Waspada! Tindakan Ini Bisa Memicu Short Trading Forex

short-trading-forexKeuntungan yang bakal didapatkan ketika memilih trading forex sebagai bisnis atau investasi hanya dalam hitungan menit bahkan detik saja. Hal ini lantaran pergerakan harga valuta asing yang sangat fluktuatif. Atas dasar inilah tak heran jika sebagian orang tertarik terjun ke dunia trading forex. Sayangnya, keuntungan cepat dalam trading forex beriringan dengan resiko yang besar. Salah ambil langkah, resikonya adalah short trading akibat modal yang hilang total. Berikut ini tindakan-tindakan yang perlu diwaspadai karena bisa memicu short trading forex.

Lupa menutup stop loss pertama

Sah-sah saja jika Anda sebagai trader mengambil banyak posisi trading dengan harapan keuntungan bakal bertambah beriringan dengan modal yang makin meningkat. Ketika posisi pertama yang Anda buka menggunakan stop loss guna menjaga keuntungan yang telah didapat, pada pembukaan posisi trading yang kedua Anda harus menutup stop loss tersebut karena berpotensi meloloskan modal. Ilustrasinya begini, Anda buka posisi di harga $1.500 dan stop loss di harga $1.200. Ketika harga naik menjadi $2.000 berarti Anda profit $500. Jika Anda ingin membuka posisi kedua, Anda harus menghapus stop loss pertama dan menggantinya di harga $2.200. Jika tidak, ketika harga turun menjadi $2.150 bakal terjual dan saat harga turun lagi jadi $1.150 bakal terjual lagi. Lama-lama bakal mengikis modal, bukan? Inilah yang memicu Anda bakal short trading.

Pakai leverage yang terlampau tinggi

Dalam bisnis, pinjaman modal akan selalu ada. Dengan pinjaman modal ini bisnis bisa dikembangkan, termasuk dalam trading forex. Pinjaman modal dalam trading forex diistilahkan dengan leverage, pinjaman dalam bentuk perbandingan. Leverage ini yang memungkinkan trader bisa trading forex meski dengan modal minim. Sebagai contoh, leverage yang ditawarkan broker forex adalah 1:100. Perbandingan ini menyatakan bahwa trader bisa melakukan trading forex dengan kekuatan modal 100 kali lipat dari modal yang dimiliki, tepatnya jika modal yang dimiliki trader adalah $100 berarti ia bisa trading dengan $10.000. Semakin tinggi modal memang resiko kerugian yang bakal dihadapi bakal semakin besar karena keinginan untuk buka posisi lebih banyak akan meningkat. Apabila tidak tau teknik dalam membuka posisi trading lebih dari satu, maka short trading karena kehabisan modal kemungkinan bakal didapatkan.

Lalai lakukan analisa yang akurat

Jangan biarkan insting yang mendominasi dalam trading forex karena terkadang insting tidak sesuai dengan yang terjadi. Dalam dunia trading, Anda dituntut berpatokan pada hasil analisa fundamental atau teknikal dalam mengambil keputusan. Analisa fundamental adalah analisa yang menitikberatkan pada berita-berita ekonomi dunia yang mana dapat mempengaruhi pegerakan mata uang asing. Analisa teknikal adalah analisa yang memanfaatkan grafik. Hanya saja, hasil analisa yang dilakukan hendaknya akurat karena jika tidak keputusan yang diambil bakal membahayakan posisi trading atau membuat Anda trading hanya dalam waktu singkat. Sekedar informasi, untuk mendapatkan hasil analisa fundamental yang akurat, Anda bisa mencari berita-berita ekonomi dari sumber yang terpercaya. Sedangkan untuk hasil analisa teknikal yang akurat, Anda harus benar-benar mempelajari aturan dari masing-masing indikator.

Selain dari ketiga action di atas, tindakan lainnya yang memicu Anda short trading adalah tidak buat atau ikuti trading plan. Sebelum menjalankan sebuah bisnis, para pelaku bisnis harus sebelumnya membuat business plan yang bertujuan agar bisnis menjadi lebih terarah, memprediksi bisnis di masa depan, membantu permodalan, dll. Dalam trading forex, plan juga sangat diperlukan. Para trader dituntut membuat trading plan agar tidak mengambil keputusan gegabah yang bisa memicu short trading. Hanya saja, trading plan yang telah dibuat harus diikuti. Misalnya Anda membuat batasan resiko per transaksi sebesar 4% dari modal awal. Ketika kerugian bakal mendekati 4% dari modal awal, sebaiknya tutup posisi. Jangan sampai memaksakan diri karena insting mengatakan bahwa harga bakal bergerak naik.

Agar Investasi Membuahkan Hasil yang Maksimal

Tidak semua orang yang menginvestasikan uang mereka mendapatkan keuntungan setelah mereka menjual kembali aset investasi mereka. Permasalahan ini membuat mereka stres dan frustasi karena gagal mewujudkan impian mereka. Pada umumnya, kegagalan ini disebabkan karena pengambilan keputusan yang terlalu tergesa-gesa (tidak tepat waktu) atau karena aset sudah mengalami penurunan nilai. Apakah Anda tertarik untuk berinvestasi dan ingin investasi Anda membuahkan hasil yang maksimal? Jika iya, ikuti tips di bawah ini:

investasi-uang

Pelajari terlebih dahulu investasi yang ingin dijalani

Apakah Anda ingin menginvestasikan uang Anda pada emas, properti, saham, valuta asing, obligasi, atau komoditi? Apapun pilihan Anda, pastikan bahwa investasi yang ingin dilakukan dipelajari terlebih dahulu secara mendalam. Cek berapa harga beli dan jualnya, apa saja resikonya, cara meningkatkan nilai jualnya seperti apa, dan lain sebagainya. Pastikan bahwa Anda tidak hanya bergantung pada satu sumber informasi saja, melainkan beberapa sumber agar informasi yang didapat valid dan terpercaya. Jika Anda masih merasa bahwa informasi yang didapat kurang banyak, Anda bisa meminta pendapat dan informasi tambahan dari orang-orang terdekat yang sudah pernah melakukan investasi. Selain itu, Anda juga bisa bergabung di grup atau forum seputar investasi untuk memperbanyak referensi.

Bekerjasama dengan pialang profesional

Mengambil keputusan memang hal yang mudah tapi apakah keputusan yang diambil sudah benar? Dalam berinvestasi, salah dalam mengambil keputusan, terutama dalam hal menjual kembali aset investasi akan membuat Anda merugi. Sebagai contoh, jika Anda membeli satu suku emas dengan harga 3 juta rupiah dan kemudian menjualnya kembali di tahun berikutnya tanpa penuh pertimbangan, tentu Anda akan merugi jika ternyata harga emas sedang menyentuh harga 2,8 juta. Oleh sebab itu, Anda butuh bantuan para ahli atau pihak ketiga yang lebih dikenal dengan pialang. Memang tidak semua jenis investasi memerlukan pialang, hanya investasi tertentu saja seperti saham, obligasi, komoditi, forex, dan properti.

Dengan demikian, disarankan untuk bekerjasama dengan pialang agar Anda tahu kapan waktunya untuk membeli atau menjual aset investasi. Oya, memilih pialang atau broker tidak boleh asal-asalan karena Anda akan mengalami kerugian jika Anda bekerjasama dengan pialang gadungan atau tidak profesional. Mereka hanya mengutamakan untuk mendapatkan keuntungan semata.

Tingkatkan nilai jual

Sebagai catatan, tidak semua aset investasi bisa ditingkatkan nilai jualnya secara konvensional atau manual. Itu artinya, nilai aset bertambah karena kondisi perekonomian atau kondisi perusahaan tempat Anda membeli aset tersebut. Pada umumnya, aset investasi yang dimaksud adalah saham, obligasi, forex, komoditi, dan emas. Sedangkan aset investasi yang bisa ditingkatkan nilai jualnya secara konvesional adalah properti. Sebagai contoh, jika pada tahun 2003, Anda membeli sebuah rumah tanpa kolam renang dengan harga 100 juta dan kemudian Anda membangun kolam renang dan taman di halaman rumah, nilai rumah pada tahun 2004, 2005, atau pun tahun selanjutnya akan mengalami kenaikan nilai jual entah itu dua sampai tiga kali lipat atau bahkan lebih. Itulah sebabnya mengapa apabila investor ingin menjual kembali rumahnya dengan alasan bukan karena butuh dana mendadak, tentu mereka akan meningkatkan terlebih dahulu nilai jual rumah agar urmha mereka dihargai mahal. Dalam beberapa kasus tertentu, pemilik rumah bisa saja menjual rumah dengan harga di bawah harga beli apabila pemilik rumah tersandung kasus atau terjerat utang yang mengharuskannya untuk menjual rumah dengan cepat.